Jepang menjadi salah satu negara tujuan kerja yang banyak diminati oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berbagai peluang kerja tersedia di sektor seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, perhotelan, pengolahan makanan, hingga perawatan lansia.
Namun, sebelum berangkat bekerja ke Jepang, PMI harus memiliki status izin tinggal dan visa yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Salah satu jalur yang banyak digunakan adalah Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berketerampilan Spesifik.
Lalu, apa saja syarat visa kerja Jepang untuk PMI? Dokumen apa yang harus dipersiapkan dan bagaimana proses pengajuannya? Simak panduan berikut.
Daftar Isi Panduan:
Apa Itu Visa Kerja Jepang untuk PMI?
Secara umum, istilah “visa kerja Jepang” digunakan untuk menyebut izin masuk dan status tinggal yang memungkinkan seseorang bekerja di Jepang.
Untuk PMI, salah satu skema yang penting diketahui adalah Specified Skilled Worker (SSW). Program ini ditujukan bagi warga negara asing yang memiliki keterampilan tertentu dan ingin bekerja pada bidang industri yang mengalami kekurangan tenaga kerja di Jepang.
Saat ini terdapat dua kategori utama, yaitu:
- Specified Skilled Worker (i) atau SSW(i)
- Specified Skilled Worker (ii) atau SSW(ii)
SSW(ii) ditujukan untuk pekerja dengan tingkat keterampilan yang lebih tinggi dibandingkan SSW(i).
Untuk calon PMI yang baru akan bekerja di Jepang, SSW(i) merupakan salah satu jalur yang perlu dipahami.
Syarat Visa Kerja Jepang untuk PMI
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan dan status izin tinggal yang digunakan. Untuk jalur SSW(i), secara umum terdapat beberapa persyaratan utama.
1. Memenuhi Persyaratan Usia dan Kualifikasi
Calon pekerja harus memenuhi persyaratan yang berlaku untuk program dan bidang pekerjaan yang dipilih.
Selain persyaratan administratif, pekerja harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan di Jepang.
2. Lulus Ujian Bahasa Jepang
Calon pekerja SSW(i) pada prinsipnya harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Jepang.
Salah satu jalurnya adalah lulus Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic) atau Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) minimal N4.
Untuk bidang tertentu, persyaratan bahasa Jepang dapat lebih tinggi. Misalnya, pekerjaan pengemudi taksi dan bus serta pekerjaan operasional kereta mensyaratkan JLPT N3 atau lebih tinggi. Pekerjaan di bidang keperawatan juga memiliki persyaratan ujian bahasa Jepang khusus.
3. Lulus Ujian Keterampilan
Selain kemampuan bahasa Jepang, calon pekerja SSW(i) harus lulus ujian keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang dipilih.
Artinya, calon PMI tidak cukup hanya memiliki kemampuan bahasa Jepang. Keterampilan yang berkaitan dengan bidang pekerjaan juga harus memenuhi ketentuan program.
Jadwal dan jenis ujian dapat berbeda berdasarkan bidang dan negara tempat ujian diselenggarakan. Informasi ujian untuk Indonesia tersedia melalui situs resmi program SSW.
4. Memiliki Kontrak Kerja dengan Perusahaan Jepang
Setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan, calon pekerja harus mendapatkan pekerjaan dan menjalani proses rekrutmen.
Jika lolos seleksi, calon pekerja akan menandatangani kontrak dengan perusahaan Jepang.
Sebelum menandatangani kontrak, penting untuk memeriksa secara teliti informasi mengenai:
- jenis pekerjaan;
- lokasi kerja;
- gaji;
- jam kerja;
- tunjangan;
- masa kontrak;
- kondisi kerja; dan
- ketentuan lainnya.
Pihak perusahaan harus memberikan pemberitahuan mengenai persyaratan kerja kepada pekerja.
5. Memenuhi Persyaratan Administrasi Imigrasi
Setelah kontrak kerja selesai, proses berikutnya adalah pengajuan status izin tinggal ke kantor imigrasi Jepang.
Untuk calon pekerja yang masih berada di luar Jepang, prosesnya melibatkan pengajuan Certificate of Eligibility (COE) sebelum pengajuan visa.
Dokumen Visa Kerja Jepang untuk PMI
Dokumen yang diperlukan dapat berbeda tergantung status izin tinggal, kondisi pemohon, perusahaan, dan bidang pekerjaan.
Untuk jalur SSW, dokumen yang dapat diperlukan antara lain:
- Formulir permohonan.
- Paspor.
- Dokumen terkait kontrak kerja.
- Bukti kelulusan ujian keterampilan.
- Bukti kemampuan bahasa Jepang.
- Surat hasil pemeriksaan kesehatan.
- Dokumen terkait pajak apabila dipersyaratkan.
- Dokumen terkait asuransi kesehatan dan pensiun apabila dipersyaratkan.
- Dokumen dari perusahaan pemberi kerja.
- Dokumen lain yang dipersyaratkan oleh imigrasi.
Badan Pelayanan Imigrasi Jepang juga menyebutkan bahwa dokumen perusahaan diperlukan dalam proses pengajuan SSW. Karena itu, calon pekerja sebaiknya berkoordinasi dengan perusahaan Jepang yang mempekerjakannya mengenai kelengkapan dokumen.
Catatan: daftar dokumen tidak selalu sama untuk setiap pemohon. Dokumen dapat berbeda antara calon pekerja yang masih berada di luar Jepang dan pekerja yang sudah tinggal di Jepang.
Apa Itu Certificate of Eligibility (COE)?
Certificate of Eligibility (COE) adalah dokumen yang digunakan dalam proses sebelum seseorang masuk ke Jepang untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang akan dilakukan di Jepang memenuhi persyaratan status izin tinggal yang diajukan.
Untuk calon PMI yang masih berada di Indonesia dan akan bekerja di Jepang, perusahaan atau pihak yang berwenang dapat mengajukan COE ke kantor imigrasi Jepang.
Setelah COE diterbitkan, calon pekerja kemudian dapat melanjutkan proses pengajuan visa di perwakilan Jepang di negara tempat tinggalnya.
Proses Visa Kerja Jepang untuk PMI
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Persiapan → Ujian → Mencari Pekerjaan → Kontrak Kerja → Pengajuan COE → Pengajuan Visa → Berangkat ke Jepang
Berikut penjelasan setiap tahapnya.
Tahap 1: Menentukan Bidang Pekerjaan
Calon PMI terlebih dahulu menentukan bidang pekerjaan yang ingin ditekuni.
Program SSW mencakup berbagai bidang industri yang membutuhkan tenaga kerja asing. Karena persyaratan keterampilan dapat berbeda, pastikan bidang pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan.
Tahap 2: Mengikuti Ujian
Untuk SSW(i), calon pekerja pada prinsipnya perlu mengikuti:
- ujian bahasa Jepang; dan
- ujian keterampilan sesuai bidang pekerjaan.
Terdapat pengecualian tertentu bagi peserta yang telah menyelesaikan Technical Intern Training (ii) dengan baik. Namun, apabila berpindah ke bidang pekerjaan yang berbeda, ujian keterampilan pada bidang yang baru dapat tetap diperlukan.
Tahap 3: Mencari dan Mendapatkan Pekerjaan
Setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan, calon PMI dapat mencari perusahaan Jepang yang membuka lowongan.
Proses pencarian kerja dapat dilakukan melalui lembaga pengirim tenaga kerja yang sesuai ketentuan atau melalui jalur rekrutmen lainnya, tergantung aturan yang berlaku.
Setelah lolos wawancara, calon pekerja dan perusahaan akan membuat kontrak kerja.
Tahap 4: Pengajuan Certificate of Eligibility
Setelah kontrak kerja disepakati, proses dilanjutkan dengan pengajuan COE kepada kantor imigrasi Jepang.
Menurut informasi resmi program SSW, penerbitan COE dapat membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 3 bulan. Karena itu, proses sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.
Tahap 5: Pengajuan Visa
Setelah COE diterbitkan, calon PMI mengajukan visa melalui perwakilan Jepang yang berwenang di Indonesia.
Pada tahap ini, pemohon perlu memastikan seluruh dokumen yang diminta sudah lengkap dan sesuai.
Tahap 6: Berangkat ke Jepang
Jika visa telah diterbitkan, calon PMI dapat mempersiapkan keberangkatan ke Jepang.
Saat berangkat, dokumen penting seperti paspor, visa, dan COE harus dipersiapkan. Setelah tiba di Jepang, pekerja dapat menerima dukungan dari perusahaan atau registered support organization sesuai ketentuan program SSW.
Berapa Lama Proses Visa Kerja Jepang?
Lama proses tidak selalu sama untuk setiap pemohon karena bergantung pada kelengkapan dokumen, proses perusahaan, pemeriksaan imigrasi, penerbitan COE, dan proses visa.
Untuk pengajuan COE pada jalur SSW, informasi resmi menyebutkan waktu penerbitan sekitar 1–3 bulan. Setelah COE diterbitkan, proses visa dilanjutkan melalui perwakilan Jepang di negara pemohon.
Oleh sebab itu, calon PMI sebaiknya tidak membeli tiket pesawat atau menetapkan jadwal keberangkatan secara terburu-buru sebelum seluruh proses izin tinggal dan visa selesai.
Apakah PMI Wajib Menggunakan Lembaga Pengirim?
Hal ini bergantung pada ketentuan yang berlaku bagi negara asal pekerja dan jalur penempatan yang digunakan.
Situs resmi SSW menjelaskan bahwa bagi negara yang mewajibkan penggunaan sending organization, calon pekerja perlu menggunakan lembaga pengirim yang sesuai ketentuan. Jika tidak diwajibkan, pencarian pekerjaan dapat dilakukan melalui jalur lain yang diperbolehkan.
Karena itu, PMI perlu memastikan lembaga atau agen yang digunakan memiliki legalitas dan memberikan informasi biaya serta kondisi pekerjaan secara transparan.
Tips Sebelum Mengajukan Visa Kerja Jepang
Agar proses berjalan lebih lancar, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Pastikan Bidang Pekerjaan Sesuai
Jangan hanya memilih pekerjaan berdasarkan gaji. Pastikan bidang pekerjaan sesuai dengan keterampilan, hasil ujian, dan status izin tinggal yang akan digunakan.
2. Periksa Kontrak Kerja
Sebelum menandatangani kontrak, pahami gaji, jam kerja, lokasi kerja, potongan, tunjangan, dan kondisi pekerjaan.
3. Siapkan Dokumen dari Awal
Dokumen yang tidak lengkap dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama. Buat daftar dokumen dan periksa satu per satu sebelum diajukan.
4. Pastikan Informasi Ujian Terbaru
Jadwal ujian dapat berubah. Situs resmi SSW memperbarui informasi ujian secara berkala, termasuk informasi ujian yang tersedia di Indonesia.
5. Waspadai Penipuan
Jangan mudah percaya pada pihak yang menjanjikan visa kerja Jepang tanpa proses resmi atau meminta biaya yang tidak jelas.
Pastikan informasi mengenai perusahaan, pekerjaan, kontrak, biaya penempatan, dan proses visa dapat diverifikasi.
Visa kerja Jepang untuk PMI membutuhkan persiapan yang cukup matang, terutama jika menggunakan jalur Specified Skilled Worker (SSW).
Secara umum, calon pekerja perlu memenuhi persyaratan keterampilan dan bahasa Jepang, mendapatkan kontrak kerja dari perusahaan Jepang, mempersiapkan dokumen, mengajukan Certificate of Eligibility, kemudian melanjutkan proses pengajuan visa sebelum berangkat ke Jepang.
Karena persyaratan dapat berbeda berdasarkan bidang pekerjaan dan kondisi pemohon, calon PMI sebaiknya selalu menggunakan informasi terbaru dari sumber resmi Jepang sebelum memulai proses.
Dengan memahami syarat, dokumen, dan proses visa kerja Jepang sejak awal, calon PMI dapat mempersiapkan keberangkatan secara lebih terarah dan mengurangi risiko kendala administratif.
Artikel terkait :
- Syarat Menjadi PMI Jepang untuk Calon Pekerja Indonesia
- Cara Kerja ke Jepang Secara Resmi untuk PMI Indonesia
- Biaya Kerja ke Jepang untuk PMI: Rincian yang Perlu Disiapkan
- PMI Jepang Jalur SSW: Syarat dan Proses Mendapatkan Visa
- PMI Jepang Jalur G to G: Syarat dan Cara Pendaftarannya
- 7. Lowongan Kerja Jepang untuk PMI Indonesia: Cara Memilih yang Resmi
- Gaji PMI Jepang Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Sektor
- Bahasa Jepang untuk PMI: Level yang Dibutuhkan dan Cara Persiapannya
- Hak dan Kewajiban PMI Jepang Selama Bekerja di Jepang
- Hak dan Kewajiban PMI Jepang Selama Bekerja di Jepang
