Bekerja di Jepang menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan kemampuan profesional. Salah satu jalur resmi yang dapat ditempuh adalah Program Government to Government (G to G) Jepang, khususnya untuk posisi Nurse (Kangoshi) dan Careworker (Kaigofukushishi).
Program G to G Jepang merupakan jalur penempatan resmi yang diselenggarakan pemerintah Indonesia dalam kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Program ini memiliki tahapan seleksi dan penempatan yang terstruktur serta memberikan perlindungan kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Lalu, apa itu PMI Jepang jalur G to G? Siapa saja yang bisa mendaftar dan bagaimana cara pendaftarannya?
Daftar Isi Panduan:
Apa Itu PMI Jepang Jalur G to G?
PMI Jepang jalur G to G adalah program penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang melalui skema Government to Government. Artinya, proses penempatan dilakukan melalui mekanisme resmi yang melibatkan pemerintah Indonesia dan pihak terkait di Jepang.
Untuk program G to G Jepang melalui skema IJEPA, posisi yang tersedia secara khusus mencakup:
- Nurse (Kangoshi) atau kandidat perawat
- Careworker (Kaigofukushishi) atau kandidat pekerja perawatan
Program ini berbeda dengan mencari pekerjaan ke Jepang melalui jalur perusahaan atau agen swasta. Calon peserta mengikuti mekanisme resmi pemerintah, mulai dari pendaftaran, verifikasi dokumen, seleksi, pelatihan, hingga proses matching dengan pemberi kerja di Jepang.
Pada Batch 20, misalnya, pemerintah membuka program G to G Jepang untuk penempatan tahun 2027 dengan pendaftaran dilakukan secara online melalui SISKOP2MI.
Apa Keuntungan Mengikuti Program G to G Jepang?
Ada beberapa alasan mengapa jalur G to G banyak diminati calon PMI.
1. Jalur penempatan resmi
Program G to G merupakan salah satu jalur resmi penempatan PMI yang diselenggarakan pemerintah. Karena itu, calon peserta mengikuti prosedur dan tahapan seleksi yang telah ditetapkan.
2. Proses seleksi lebih terstruktur
Peserta tidak langsung diberangkatkan ke Jepang. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk pemeriksaan dokumen, ujian, pemeriksaan kesehatan, pelatihan dan proses matching dengan pengguna di Jepang.
3. Ada proses pelatihan
Peserta yang lolos tahapan tertentu akan mengikuti proses pembekalan dan pelatihan sesuai ketentuan program.
Kemampuan bahasa Jepang juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Untuk Batch 20, calon peserta diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang minimal N5 setara JLPT sesuai persyaratan yang ditetapkan.
4. Ada perlindungan sebagai PMI
Karena prosesnya berada dalam mekanisme resmi pemerintah, peserta mendapatkan proses penempatan yang mengikuti ketentuan pelindungan PMI.
Siapa yang Bisa Mendaftar PMI Jepang G to G?
Persyaratan dapat berubah pada setiap batch sehingga calon peserta wajib membaca pengumuman resmi terbaru.
Sebagai contoh, pada Program G to G Jepang Batch 20 untuk penempatan tahun 2027, salah satu persyaratan umum yang ditetapkan adalah usia minimal 18 tahun. Untuk posisi Careworker, peserta dapat berasal dari lulusan D3/D4/S1 Keperawatan atau lulusan D3 non-Keperawatan yang memiliki sertifikat Careworker dari lembaga pelatihan.
Sementara itu, kandidat Nurse memiliki persyaratan yang lebih spesifik karena berkaitan dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman sebagai perawat. Informasi lowongan resmi Batch 20 mencantumkan pengalaman kerja sebagai perawat sekurang-kurangnya dua tahun.
Dengan demikian, calon peserta sebaiknya menentukan terlebih dahulu apakah ingin mendaftar sebagai Nurse atau Careworker.
Persyaratan PMI Jepang Jalur G to G
Persyaratan lengkap harus mengikuti pengumuman resmi pada batch yang sedang dibuka. Namun, pada Batch 20 terdapat sejumlah dokumen dan persyaratan yang perlu dipersiapkan.
Secara umum, calon peserta perlu menyiapkan dokumen seperti:
- KTP atau identitas diri
- Ijazah
- Transkrip nilai
- Paspor sesuai ketentuan tahapan program
- Sertifikat kemampuan bahasa Jepang
- Pasfoto
- Dokumen pengalaman kerja untuk kandidat Nurse
- Surat Tanda Registrasi (STR) untuk kandidat Nurse sesuai ketentuan
- Sertifikat Careworker untuk lulusan non-Keperawatan yang mendaftar sebagai Careworker
- Surat pernyataan sesuai format yang ditetapkan
- Dokumen lain yang tercantum dalam pengumuman resmi
Untuk kandidat Careworker Batch 20, salah satu persyaratan khusus adalah sertifikat kelulusan kemampuan bahasa Jepang N5 setara JLPT dari lembaga yang memenuhi ketentuan perizinan.
Penting: Jangan menggunakan daftar persyaratan dari batch lama sebagai satu-satunya acuan. Persyaratan dapat berubah berdasarkan kebijakan dan kebutuhan program pada setiap periode pendaftaran.
Cara Pendaftaran PMI Jepang Jalur G to G
Pendaftaran dilakukan secara online melalui SISKOP2MI.
Berikut gambaran proses pendaftarannya.
1. Membuat akun SISKOP2MI
Calon peserta terlebih dahulu membuat akun pada sistem SISKOP2MI.
Data yang perlu diisi antara lain identitas pribadi dan informasi kontak. Pastikan nomor telepon dan email yang digunakan masih aktif karena informasi tahapan seleksi dapat disampaikan melalui sistem atau kontak yang terdaftar.
Pada mekanisme pendaftaran G to G Jepang sebelumnya, calon peserta melakukan registrasi akun, aktivasi melalui email, kemudian login untuk melengkapi profil dan memilih lowongan G to G Jepang.
2. Melengkapi profil
Setelah akun aktif, peserta perlu melengkapi data diri dan profil pada SISKOP2MI.
Pastikan data seperti nama, tanggal lahir, NIK, pendidikan dan informasi lainnya diisi secara benar dan konsisten dengan dokumen asli.
Kesalahan data dapat menyebabkan kendala ketika proses verifikasi dokumen.
3. Memilih lowongan G to G Jepang
Setelah profil lengkap, peserta dapat memilih lowongan yang tersedia sesuai dengan kualifikasinya.
Untuk Program G to G Jepang Batch 20, posisi yang dibuka adalah:
Nurse (Kangoshi)
dan
Careworker (Kaigofukushishi).
Lowongan resmi Batch 20 mencantumkan periode pendaftaran 1 Februari sampai 28 Mei 2026.
4. Mengunggah dokumen
Peserta kemudian mengunggah dokumen yang dipersyaratkan ke dalam sistem.
Sebelum mengunggah, pastikan:
- Dokumen terbaca dengan jelas
- Data sesuai dengan dokumen asli
- Format file sesuai ketentuan
- Ukuran file tidak melebihi batas
- Dokumen belum kedaluwarsa apabila memiliki masa berlaku
- Nama dan data pribadi konsisten
Untuk Batch 20, dokumen pendaftaran memiliki ketentuan format dan ukuran tertentu yang tercantum dalam pengumuman resmi.
5. Submit pendaftaran
Setelah seluruh data dan dokumen lengkap, peserta melakukan submit.
Dalam mekanisme pendaftaran G to G Jepang, peserta yang telah menyelesaikan proses pendaftaran memperoleh surat lamaran dengan QR Code yang digunakan dalam proses selanjutnya.
Simpan dokumen tersebut dengan baik.
6. Mengikuti verifikasi dokumen
Setelah pendaftaran online, calon peserta yang masuk tahap verifikasi harus mengikuti verifikasi dokumen sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan.
Pada Batch 20, verifikasi dokumen dilaksanakan di BP3MI/P4MI sesuai lokasi yang dipilih peserta ketika mendaftar. Peserta diwajibkan membawa surat lamaran ber-QR Code serta dokumen asli persyaratan. Verifikasi dilakukan langsung oleh pelamar dan tidak dapat diwakilkan.
7. Mengikuti tahapan seleksi
Setelah verifikasi dokumen, peserta yang memenuhi persyaratan akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Tahapan dapat mencakup:
- Verifikasi administrasi
- Ujian atau seleksi kemampuan
- Pemeriksaan kesehatan
- Seleksi bahasa Jepang
- Tahapan pelatihan
- Matching atau interview dengan pengguna di Jepang
- Proses kontrak
- Persiapan keberangkatan
Urutan dan bentuk tahapan dapat berbeda sesuai kebijakan batch yang sedang berjalan.
Pada Batch 20 tahun 2026, proses seleksi telah berlanjut hingga ujian bahasa Jepang dan tahap Join Interview dengan institusi pengguna dari Jepang.
Apa Itu Matching dalam Program G to G Jepang?
Salah satu tahap penting dalam program G to G Jepang adalah matching.
Matching merupakan proses mempertemukan kandidat PMI dengan calon pengguna atau pemberi kerja di Jepang. Dalam tahap ini, kandidat memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi atau wawancara dengan pihak pengguna.
Karena itu, peserta tidak cukup hanya memenuhi persyaratan administratif. Kemampuan bahasa Jepang, kompetensi profesional, kesiapan bekerja dan kemampuan berkomunikasi juga sangat penting.
Pada pelaksanaan Join Interview Batch 20 pada Agustus 2026, pemerintah memfasilitasi pertemuan antara kandidat Nurse dan Careworker dengan institusi pemberi kerja dari Jepang.
Apakah Harus Bisa Bahasa Jepang?
Ya. Kemampuan bahasa Jepang merupakan bagian penting dari program G to G Jepang.
Untuk Batch 20, calon peserta diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang N5 setara JLPT sesuai ketentuan program. Pemerintah juga memberikan informasi mengenai pembelajaran bahasa Jepang secara online sebagai tambahan persiapan.
Namun, sertifikat pembelajaran tambahan tidak otomatis menggantikan sertifikat N5 yang menjadi persyaratan resmi.
Artinya, calon peserta sebaiknya mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang sejak jauh sebelum pendaftaran dibuka.
Apakah G to G Jepang Hanya untuk Perawat?
Tidak hanya untuk lulusan Keperawatan.
Program G to G Jepang IJEPA juga membuka posisi Careworker dengan persyaratan yang memungkinkan lulusan non-Keperawatan tertentu untuk mendaftar, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk sertifikat Careworker.
Namun, untuk posisi Nurse (Kangoshi), persyaratannya berkaitan dengan pendidikan dan pengalaman profesional sebagai perawat.
Karena itu, penting untuk membaca persyaratan masing-masing jabatan sebelum melakukan pendaftaran.
Berapa Biaya Program G to G Jepang?
Biaya program tidak boleh disamakan dengan informasi dari batch lama.
Besaran dan komponen biaya dapat berubah sesuai kebijakan dan ketentuan batch yang sedang berjalan. Sebagai contoh, dokumen resmi BP2MI untuk batch sebelumnya membedakan biaya yang ditanggung pemerintah Jepang dan biaya tertentu yang menjadi tanggungan calon PMI.
Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak menggunakan angka biaya dari artikel lama sebagai patokan untuk batch baru.
Selalu periksa pengumuman resmi KP2MI/SISKOP2MI untuk mengetahui komponen biaya terbaru.
Kapan Pendaftaran G to G Jepang Dibuka?
Jadwal pendaftaran tidak selalu sama setiap tahun.
Sebagai contoh, G to G Jepang Batch 20 untuk penempatan tahun 2027 dibuka pada:
1 Februari 2026 – 28 Mei 2026 pukul 11.59 WIB.
Karena sekarang periode tersebut telah berakhir, calon peserta yang belum mendaftar perlu menunggu pengumuman resmi batch berikutnya.
Jangan mudah percaya dengan informasi pembukaan pendaftaran yang hanya beredar melalui media sosial atau pesan WhatsApp. Pastikan informasi berasal dari kanal resmi pemerintah.
Tips Agar Lebih Siap Mendaftar PMI Jepang G to G
Jika Anda berencana mengikuti program G to G Jepang pada batch berikutnya, persiapkan diri sejak sekarang.
1. Pelajari bahasa Jepang
Jangan menunggu pendaftaran dibuka untuk mulai belajar.
Targetkan kemampuan bahasa Jepang minimal sesuai persyaratan program dan terus tingkatkan kemampuan membaca, mendengar, berbicara dan memahami percakapan sehari-hari.
2. Siapkan dokumen pendidikan
Pastikan ijazah dan transkrip nilai tersedia serta data di dalamnya sesuai dengan identitas resmi.
3. Siapkan dokumen profesional
Untuk kandidat Nurse, siapkan dokumen terkait profesi dan pengalaman kerja sesuai persyaratan yang ditetapkan.
4. Periksa masa berlaku dokumen
Dokumen seperti paspor, surat keterangan tertentu atau dokumen lainnya perlu diperiksa masa berlakunya.
5. Pantau pengumuman resmi
Jadwal pendaftaran, jumlah kebutuhan, persyaratan, format dokumen dan tahapan seleksi dapat berubah.
Karena itu, gunakan website resmi pemerintah sebagai sumber utama informasi.
PMI Jepang jalur G to G merupakan salah satu pilihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja secara resmi di Jepang, terutama pada sektor Nurse (Kangoshi) dan Careworker (Kaigofukushishi) melalui skema IJEPA.
Proses pendaftarannya dilakukan secara online melalui SISKOP2MI, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dokumen dan berbagai tahapan seleksi sesuai ketentuan program.
Secara umum, prosesnya meliputi:
Buat akun → Lengkapi profil → Pilih lowongan → Upload dokumen → Submit → Verifikasi dokumen → Seleksi → Pelatihan → Matching/Interview → Kontrak → Persiapan keberangkatan.
Untuk calon peserta yang ingin mengikuti batch berikutnya, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum pendaftaran dibuka, khususnya dalam hal bahasa Jepang, dokumen pendidikan, dokumen profesi dan kesiapan mengikuti seleksi.
Artikel terkait :
- Syarat Menjadi PMI Jepang untuk Calon Pekerja Indonesia
- Cara Kerja ke Jepang Secara Resmi untuk PMI Indonesia
- Biaya Kerja ke Jepang untuk PMI: Rincian yang Perlu Disiapkan
- PMI Jepang Jalur SSW: Syarat dan Proses Mendapatkan Visa
- 7. Lowongan Kerja Jepang untuk PMI Indonesia: Cara Memilih yang Resmi
- Gaji PMI Jepang Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Sektor
- Bahasa Jepang untuk PMI: Level yang Dibutuhkan dan Cara Persiapannya
- Hak dan Kewajiban PMI Jepang Selama Bekerja di Jepang
- Hak dan Kewajiban PMI Jepang Selama Bekerja di Jepang
- Visa Kerja Jepang untuk PMI: Syarat, Dokume
