(+62) 87727688883

Biaya Apostille Notaris

Terakhir diperbarui: September 10, 2026

Biaya Apostille Notaris

Biaya apostille notaris menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang akan menggunakan dokumen yang dibuat atau dilegalisasi oleh notaris untuk keperluan di luar negeri. Apostille diperlukan agar dokumen publik Indonesia dapat diakui secara lebih mudah di negara tujuan yang menjadi peserta Konvensi Apostille.

Namun, perlu dipahami bahwa biaya apostille dan biaya jasa notaris merupakan dua komponen yang berbeda. Besarnya biaya keseluruhan dapat bergantung pada jenis dokumen, kebutuhan notarisasi, jumlah dokumen, serta jasa pengurusan yang digunakan.

Apa Itu Apostille Notaris?

Apostille adalah bentuk pengesahan yang digunakan untuk mempermudah penggunaan dokumen publik suatu negara di negara lain yang sama-sama menjadi pihak dalam Hague Apostille Convention.

Dalam praktiknya, dokumen yang berkaitan dengan notaris dapat memerlukan proses tertentu sebelum diajukan untuk apostille. Contohnya adalah:

  • Akta atau dokumen yang dibuat oleh notaris
  • Surat pernyataan yang ditandatangani di hadapan notaris
  • Surat kuasa
  • Dokumen perusahaan tertentu
  • Dokumen perjanjian
  • Salinan dokumen yang telah dilegalisasi sesuai ketentuan
  • Dokumen lain yang membutuhkan pengesahan notarial

Karena itu, istilah “apostille notaris” sebenarnya dapat merujuk pada proses apostille terhadap dokumen yang memiliki tanda tangan, cap, atau pengesahan notaris.

Berapa Biaya Apostille Notaris?

Salah satu hal yang sering menimbulkan kebingungan adalah perbedaan antara biaya resmi apostille dengan biaya yang dikenakan notaris atau penyedia jasa pengurusan.

Secara umum, biaya yang perlu diperhitungkan dapat terdiri dari beberapa komponen:

Komponen BiayaKeterangan
Biaya apostilleBiaya resmi pengajuan apostille sesuai ketentuan pemerintah
Jasa notarisDibayarkan apabila dokumen membutuhkan pembuatan, legalisasi, atau tindakan notarial
Jasa penerjemah tersumpahDiperlukan apabila dokumen perlu diterjemahkan
Jasa pengurusanBiaya apabila menggunakan pihak ketiga untuk membantu proses
Pengiriman dokumenBiaya kurir atau pengiriman fisik apabila diperlukan

Biaya resmi apostille perlu dibedakan dari biaya jasa pengurusan. Untuk nominal terbaru, pemohon sebaiknya memeriksa tarif PNBP dan ketentuan yang berlaku pada layanan Apostille Kementerian Hukum karena tarif dan mekanisme layanan dapat berubah.

Apakah Biaya Apostille Sama dengan Biaya Notaris?

Tidak.

Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami sebelum mengajukan dokumen.

Biaya notaris merupakan biaya untuk tindakan atau layanan notarial, misalnya pembuatan akta, legalisasi tanda tangan, waarmerking, atau layanan lain sesuai kebutuhan dokumen.

Sementara itu, biaya apostille adalah biaya untuk proses penerbitan sertifikat Apostille terhadap dokumen yang memenuhi persyaratan.

Sebagai contoh, seseorang mempunyai surat pernyataan yang akan digunakan di luar negeri. Jika surat tersebut perlu dibuat atau dilegalisasi oleh notaris terlebih dahulu, maka pemohon dapat memiliki biaya notaris. Setelah dokumen memenuhi persyaratan, proses apostille dapat dilakukan dan akan dikenakan biaya apostille sesuai tarif yang berlaku.

Dengan demikian, total biaya bukan hanya ditentukan oleh biaya apostille.

Faktor yang Memengaruhi Total Biaya Apostille Notaris

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan total biaya setiap pemohon berbeda.

1. Jenis Dokumen

Jenis dokumen merupakan salah satu faktor utama.

Dokumen pribadi, dokumen perusahaan, surat pernyataan, dokumen pendidikan, dan dokumen notarial dapat memiliki persyaratan yang berbeda.

Sebelum mengajukan apostille, sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah dokumen tersebut memang termasuk dokumen yang dapat diajukan untuk apostille.

2. Apakah Dokumen Membutuhkan Notaris?

Tidak semua dokumen membutuhkan notaris.

Apabila dokumen yang dimiliki sudah merupakan dokumen publik yang dapat langsung diproses sesuai mekanisme Apostille, pemohon tidak selalu perlu menggunakan jasa notaris.

Sebaliknya, apabila dokumen membutuhkan tanda tangan atau pengesahan notarial, biaya notaris dapat menjadi bagian dari total biaya.

3. Jumlah Dokumen

Biaya juga dapat bertambah berdasarkan jumlah dokumen yang diproses.

Misalnya, seseorang memiliki beberapa dokumen yang akan digunakan untuk keperluan kuliah, bekerja, pernikahan, atau bisnis di luar negeri. Setiap dokumen perlu diperiksa persyaratan apostillenya masing-masing.

4. Kebutuhan Terjemahan

Dokumen yang akan digunakan di negara lain mungkin perlu diterjemahkan ke bahasa tertentu.

Apabila diperlukan, pemohon dapat menggunakan jasa penerjemah tersumpah. Biaya penerjemahan biasanya dihitung secara terpisah dari biaya apostille.

5. Menggunakan Jasa Pengurusan

Pemohon dapat mengurus proses secara mandiri apabila memahami prosedur dan persyaratannya.

Namun, apabila tidak memiliki waktu atau merasa kesulitan memahami tahapan administrasi, penggunaan jasa pengurusan dapat menjadi pilihan.

Dalam kondisi tersebut, total biaya akan mencakup biaya resmi pemerintah + biaya layanan pihak ketiga, sesuai layanan yang dipilih.

Proses Apostille Dokumen Notaris

Secara umum, prosesnya dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.

Tahap 1: Menentukan Dokumen

Pertama, tentukan dokumen yang akan digunakan di luar negeri.

Pastikan dokumen masih berlaku dan sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Tahap 2: Memeriksa Persyaratan

Dokumen perlu diperiksa untuk mengetahui apakah membutuhkan notaris, legalisasi tambahan, terjemahan, atau persyaratan lainnya.

Tahapan ini penting karena kesalahan dokumen dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama.

Tahap 3: Pengesahan atau Tindakan Notaris

Apabila diperlukan, dokumen dapat dibuat, dilegalisasi, atau ditandatangani di hadapan notaris sesuai kebutuhan.

Biaya untuk tahap ini merupakan biaya notaris, bukan biaya apostille.

Tahap 4: Pengajuan Apostille

Setelah dokumen memenuhi persyaratan, pengajuan Apostille dilakukan melalui layanan resmi yang ditetapkan pemerintah.

Dokumen kemudian diperiksa berdasarkan persyaratan yang berlaku.

Tahap 5: Apostille Diterbitkan

Apabila pengajuan disetujui, sertifikat Apostille diterbitkan dan dilekatkan atau dikaitkan dengan dokumen sesuai mekanisme yang berlaku.

Dokumen tersebut kemudian dapat digunakan untuk keperluan di negara tujuan yang menerima Apostille.

Dokumen Notaris Apa Saja yang Bisa Membutuhkan Apostille?

Kebutuhan apostille bergantung pada tujuan dan jenis dokumen. Beberapa contoh dokumen yang dapat berkaitan dengan notaris antara lain:

  1. Surat kuasa
  2. Surat pernyataan
  3. Perjanjian
  4. Dokumen perusahaan
  5. Akta notaris
  6. Dokumen yang memuat tanda tangan notaris
  7. Salinan atau dokumen tertentu yang telah dinotariskan
  8. Dokumen untuk keperluan pernikahan internasional
  9. Dokumen untuk keperluan pendidikan
  10. Dokumen untuk keperluan bisnis di luar negeri

Namun, tidak semua dokumen otomatis harus melalui notaris maupun apostille. Persyaratan harus disesuaikan dengan jenis dokumen dan negara tujuan.

Apostille untuk Keperluan Apa Saja?

Apostille dokumen notaris dapat dibutuhkan dalam berbagai keperluan internasional, seperti:

Keperluan Bisnis

Perusahaan yang melakukan kerja sama atau transaksi dengan pihak asing mungkin memerlukan dokumen perusahaan yang telah disahkan untuk digunakan di luar negeri.

Keperluan Pernikahan Internasional

Pasangan yang akan menikah dengan warga negara asing dapat membutuhkan berbagai dokumen yang harus digunakan di negara pasangan.

Keperluan Pendidikan

Dokumen tertentu yang berkaitan dengan pendidikan atau administrasi dapat membutuhkan pengesahan sebelum diterima institusi luar negeri.

Keperluan Imigrasi

Beberapa proses imigrasi dapat meminta dokumen yang telah dilegalisasi atau diapostille, tergantung aturan negara tujuan.

Keperluan Pekerjaan

Dokumen pendukung untuk bekerja di luar negeri juga dapat membutuhkan pengesahan agar dapat diterima oleh perusahaan atau instansi terkait.

Apakah Semua Negara Menerima Apostille?

Tidak semua negara memiliki mekanisme Apostille yang sama.

Apostille pada dasarnya digunakan untuk dokumen yang akan dipakai di negara yang menjadi pihak pada Hague Apostille Convention.

Jika negara tujuan tidak termasuk dalam mekanisme Apostille yang berlaku, dokumen mungkin membutuhkan proses legalisasi melalui jalur lain, termasuk melalui perwakilan diplomatik atau konsuler sesuai ketentuan negara tujuan.

Karena itu, sebelum mengeluarkan biaya, penting untuk memastikan terlebih dahulu negara tujuan dan jenis dokumen yang akan digunakan.

Apostille atau Legalisasi, Mana yang Dibutuhkan?

Apostille dan legalisasi bukan istilah yang selalu dapat dipertukarkan.

Jika dokumen akan digunakan di negara yang menerima Apostille, proses Apostille dapat menyederhanakan pengesahan dokumen dibandingkan mekanisme legalisasi konvensional.

Sementara itu, apabila negara tujuan tidak menggunakan mekanisme Apostille, pemohon mungkin perlu mengikuti prosedur legalisasi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesalahan menentukan jalur pengesahan dapat menyebabkan dokumen harus diproses ulang.

Tips Menghemat Biaya Apostille Notaris

Agar biaya tidak membengkak, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Tentukan negara tujuan terlebih dahulu.
  • Pastikan jenis dokumen yang benar-benar diperlukan.
  • Periksa apakah dokumen membutuhkan notaris.
  • Hindari membuat dokumen tambahan yang tidak diperlukan.
  • Pastikan nama dan data pada dokumen sudah benar.
  • Periksa kebutuhan penerjemahan sebelum proses dimulai.
  • Bandingkan biaya jasa pengurusan jika menggunakan pihak ketiga.
  • Gunakan dokumen yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, pemohon dapat mengurangi risiko biaya tambahan akibat kesalahan atau pengajuan ulang.

Mengapa Perlu Memeriksa Dokumen Sebelum Apostille?

Apostille bukan sekadar membubuhkan cap pada sembarang dokumen.

Dokumen harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Identitas pejabat, tanda tangan, stempel, format dokumen, serta jenis dokumen dapat menjadi bagian dari pemeriksaan.

Oleh sebab itu, pemeriksaan dokumen sebelum pengajuan sangat penting.

Apabila dokumen ternyata tidak memenuhi persyaratan, proses dapat tertunda dan pemohon mungkin harus melakukan perbaikan terlebih dahulu.

Biaya Apostille Notaris tidak selalu sama untuk setiap dokumen. Total biaya dapat terdiri dari biaya resmi Apostille, biaya notaris apabila diperlukan, biaya penerjemah tersumpah, biaya pengiriman, serta biaya jasa pengurusan apabila menggunakan layanan pihak ketiga.

Hal terpenting adalah membedakan biaya apostille dengan biaya notaris. Apostille merupakan proses pengesahan untuk memudahkan penggunaan dokumen di negara tujuan yang menerima mekanisme Apostille, sedangkan notaris memberikan layanan atau tindakan notarial terhadap dokumen tertentu.

Sebelum mengajukan, pastikan jenis dokumen, negara tujuan, kebutuhan notarisasi, dan persyaratan Apostille sudah diperiksa. Untuk nominal biaya resmi terbaru, selalu gunakan informasi dari kanal resmi pemerintah karena tarif dan ketentuan layanan dapat berubah.

Artikel terkait :

DeddyIrawan_webprofile

Author by: Deddy Irawan

Penulis konten dan editor di website Jasa Keimigrasian Resmi | Jangkar Groups yang berfokus pada topik . Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan selalu mengacu pada peraturan serta kebijakan keimigrasian yang berlaku. Terakhir Diperbarui: September 10, 2026

Chat Whatsapp