Punya keluarga di Belanda dan ingin berkunjung? Jangan langsung buru-buru membeli tiket pesawat. Sebelum berangkat, Anda perlu memahami cara urus visa kunjungan keluarga Belanda dari Indonesia.
Untuk kunjungan ke Belanda maksimal 90 hari, pengajuan dilakukan melalui visa Schengen. Dari Indonesia, aplikasi visa Belanda dapat diajukan melalui pusat aplikasi yang ditunjuk di Jakarta, Bali, atau Surabaya.
Prosesnya sebenarnya cukup jelas. Yang sering membuat pemohon bingung justru urutan persiapan dokumennya.
Karena itu, artikel ini fokus membahas alur pengajuan, bukan mengulang seluruh daftar persyaratan visa. Untuk daftar dokumen secara lengkap, Anda dapat membaca artikel Syarat Visa Kunjungan Keluarga Belanda.
Siapa yang Membutuhkan Visa Kunjungan Keluarga Belanda?
Jika Anda merupakan warga negara Indonesia dan ingin mengunjungi keluarga atau teman di Belanda untuk kunjungan singkat, Anda perlu mengikuti prosedur visa Schengen apabila kewarganegaraan Anda termasuk yang memerlukan visa.
Sebelum menyiapkan dokumen, periksa terlebih dahulu apakah Anda memang membutuhkan visa untuk masuk ke Belanda. Situs resmi NetherlandsWorldwide menyediakan pemeriksaan berdasarkan kondisi dan kewarganegaraan pemohon.
Tahapan Cara Urus Visa Kunjungan Keluarga Belanda
Secara sederhana, prosesnya dapat dibagi menjadi beberapa tahap:
- Menentukan tujuan perjalanan.
- Memastikan negara tujuan visa sudah tepat.
- Memeriksa persyaratan.
- Mengisi formulir aplikasi.
- Menyiapkan dokumen.
- Menyiapkan dokumen dari keluarga di Belanda.
- Membuat janji temu.
- Datang ke pusat aplikasi.
- Menyerahkan dokumen dan biometrik.
- Menunggu keputusan.
- Mengambil paspor.
Mari kita bahas satu per satu.
1. Tentukan Tujuan Perjalanan
Pertama, pastikan tujuan utama perjalanan memang mengunjungi keluarga atau teman.
Misalnya:
- Mengunjungi anak.
- Mengunjungi orang tua.
- Mengunjungi suami atau istri.
- Mengunjungi saudara kandung.
- Mengunjungi keluarga besar.
- Mengunjungi teman dekat.
Tujuan perjalanan harus konsisten dengan dokumen yang nantinya diserahkan.
Jika Anda mengaku mengunjungi keluarga tetapi itinerary justru menunjukkan kegiatan yang seluruhnya merupakan perjalanan wisata, sebaiknya jelaskan rencana perjalanan secara jujur dan masuk akal.
2. Pastikan Belanda Merupakan Negara Tujuan Visa yang Tepat
Tidak semua perjalanan ke wilayah Schengen otomatis harus diajukan melalui Belanda.
Jika Anda mengunjungi beberapa negara Schengen, perhatikan negara mana yang menjadi tujuan utama perjalanan sesuai aturan Schengen.
Hal ini penting sebelum membuat janji temu.
NetherlandsWorldwide juga menyediakan panduan untuk menentukan negara Schengen mana yang seharusnya menerima aplikasi jika perjalanan mencakup lebih dari satu negara.
3. Cek Persyaratan Visa
Setelah memastikan tujuan pengajuan, periksa checklist sesuai negara tempat Anda mengajukan.
Untuk pemohon di Indonesia, tersedia checklist khusus untuk kunjungan keluarga atau teman. Checklist tersebut mencakup dokumen pribadi, bukti hubungan sosial atau ekonomi, dokumen tempat tinggal di Belanda, biaya perjalanan, reservasi perjalanan, asuransi, serta dokumen dari pihak yang mengundang.
Jangan menggunakan checklist dari negara lain hanya karena formatnya terlihat sama.
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan negara tempat aplikasi diajukan dan kondisi pemohon.
4. Isi Formulir Aplikasi Visa
Formulir aplikasi perlu diisi menggunakan data pemohon sendiri.
Perhatikan bagian:
- Identitas.
- Nomor paspor.
- Tujuan perjalanan.
- Tanggal perjalanan.
- Alamat di Belanda.
- Sumber biaya.
- Informasi keluarga atau pihak yang dikunjungi.
Setelah formulir selesai, cetak dan tandatangani sesuai ketentuan.
Checklist resmi Belanda menjelaskan bahwa formulir online menghasilkan kode unik. Karena itu, jangan menggunakan formulir milik orang lain.
5. Siapkan Dokumen Pribadi
Dokumen pribadi menjadi dasar aplikasi.
Beberapa di antaranya:
- Paspor.
- Foto.
- Formulir aplikasi.
- Bukti tinggal secara legal di Indonesia.
- Bukti pekerjaan atau usaha jika relevan.
- Bukti ikatan sosial atau ekonomi.
Untuk paspor, periksa masa berlaku, halaman kosong, usia dokumen, dan tanda tangan.
Checklist Belanda mensyaratkan dokumen perjalanan yang tidak lebih dari 10 tahun, memiliki setidaknya dua halaman kosong, dan berlaku setidaknya tiga bulan setelah meninggalkan Schengen.
6. Minta Dokumen dari Keluarga di Belanda
Jika Anda tinggal atau berkunjung ke rumah keluarga di Belanda, jangan menunggu sampai hari pengajuan untuk meminta dokumen dari mereka.
Pihak yang mengundang perlu menyiapkan dokumen identitas yang sesuai.
Jika merupakan warga negara Belanda, salinan paspor atau kartu identitas dapat diperlukan.
Jika bukan warga negara Belanda, salinan izin tinggal Belanda yang valid diperlukan.
Selain itu, apabila Anda tinggal di rumah mereka, dokumen proof of sponsorship and/or private accommodation dapat diperlukan.
Formulir tersebut harus ditandatangani oleh pihak yang mengundang dan dilegalisasi oleh pemerintah kota Belanda tempat orang tersebut terdaftar.
7. Tentukan Siapa yang Membayar Perjalanan
Ini bagian yang sering membuat pemohon bingung.
Sebelum mengajukan visa, tentukan secara jelas:
Apakah saya membayar sendiri atau keluarga di Belanda yang membayar?
Jika Anda membayar sendiri, siapkan bukti keuangan pribadi.
Untuk pemohon dari Indonesia, checklist resmi Belanda meminta rekening koran tiga bulan terakhir. Bagi pemohon yang bekerja, tiga slip gaji terbaru juga dapat diperlukan.
Jika pihak yang mengundang membayar seluruh biaya, dokumen sponsorship dan bukti penghasilan sponsor perlu disiapkan.
Jangan mencampur kedua skema tanpa penjelasan.
8. Siapkan Bukti Hubungan Keluarga
Jika tujuan perjalanan adalah mengunjungi keluarga, siapkan dokumen yang menunjukkan hubungan tersebut.
Contohnya:
- Akta kelahiran.
- Akta perkawinan.
- Kartu Keluarga.
- Dokumen perubahan nama.
- Dokumen keluarga lainnya.
Dokumen ini akan membantu menjelaskan mengapa Anda melakukan kunjungan tersebut.
Jika nama pemohon dan nama anggota keluarga berbeda karena perubahan nama atau perkawinan, siapkan dokumen penghubung yang menjelaskan perbedaannya.
9. Siapkan Bukti Akomodasi
Tempat tinggal selama di Belanda harus jelas.
Jika menginap di rumah keluarga, gunakan dokumen yang berkaitan dengan private accommodation atau sponsorship sesuai kondisi.
Jika menginap di hotel atau tempat sewa, siapkan reservasi atau perjanjian sewa untuk periode perjalanan.
Checklist resmi Belanda meminta bukti tempat tinggal untuk seluruh periode perjalanan.
10. Siapkan Reservasi Perjalanan
Anda juga perlu menunjukkan rencana perjalanan menuju dan meninggalkan wilayah Schengen.
Reservasi perjalanan harus menggunakan nama pemohon.
Hal pentingnya: Anda tidak harus buru-buru membeli tiket pesawat yang tidak dapat dikembalikan hanya untuk memenuhi dokumen visa.
Checklist Belanda menyebutkan bahwa reservasi perjalanan dapat digunakan dan tiket yang sudah dibayar tidak diperlukan.
11. Buat Itinerary
Itinerary tidak perlu dibuat seperti jadwal perjalanan yang sangat rumit.
Yang penting, rencana perjalanan masuk akal.
Contohnya:
Hari 1: Jakarta – Amsterdam
Hari 2–5: Tinggal bersama keluarga
Hari 6: Kunjungan keluarga dan kegiatan pribadi
Hari 7: Perjalanan pulang
Jika Anda juga mengunjungi negara Schengen lain, masukkan negara tersebut dalam rencana perjalanan.
Checklist Belanda menyebutkan bahwa pemohon yang mengunjungi lebih dari satu negara Schengen perlu memberikan bukti rencana perjalanan untuk negara-negara tersebut.
12. Siapkan Asuransi Perjalanan
Asuransi perjalanan harus sesuai dengan ketentuan Schengen.
Untuk visa kunjungan keluarga, bukti asuransi harus mencakup seluruh wilayah Schengen selama periode perjalanan.
Checklist Belanda menyebutkan perlindungan minimal €30.000 untuk biaya medis tertentu, termasuk perawatan rumah sakit, perawatan darurat, obat resep, dan repatriasi.
13. Buat Janji Temu
Setelah dokumen siap, langkah berikutnya adalah membuat janji temu di pusat aplikasi yang ditunjuk.
Untuk pengajuan visa Belanda dari Indonesia, NetherlandsWorldwide menyebutkan pusat aplikasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya.
Pastikan memilih lokasi yang sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk tempat tinggal Anda.
14. Datang ke Pusat Aplikasi
Pada hari janji temu, bawa dokumen sesuai checklist.
Jangan hanya membawa dokumen asli.
Beberapa dokumen juga membutuhkan salinan sesuai ketentuan checklist.
Datang lebih awal agar tidak terburu-buru saat pemeriksaan awal dokumen.
Dalam banyak kasus, pemohon harus hadir secara langsung. Hal tersebut juga berlaku bagi anak-anak, dengan pengecualian atau prosedur tertentu sesuai kondisi dan aturan yang berlaku.
15. Serahkan Dokumen dan Biometrik
Setelah dokumen diperiksa, pemohon menjalani proses biometrik sesuai ketentuan.
Pada tahap ini, pastikan data yang diberikan sesuai dengan formulir dan dokumen.
Jangan memberikan informasi yang berbeda dari apa yang sudah tertulis di aplikasi.
16. Menunggu Proses Pemeriksaan
Setelah aplikasi diterima, dokumen akan diperiksa oleh pihak berwenang.
Jangan menganggap pengajuan visa otomatis disetujui hanya karena semua dokumen sudah diserahkan.
Kementerian Luar Negeri Belanda dapat meminta wawancara atau dokumen tambahan apabila diperlukan.
Karena itu, pastikan nomor telepon dan email yang digunakan dapat diakses selama proses berlangsung.
17. Pengambilan Paspor
Setelah keputusan selesai, paspor dapat dikembalikan melalui prosedur yang ditetapkan oleh pusat aplikasi.
Saat menerima paspor, jangan langsung memasukkannya ke tas.
Periksa visa dengan teliti.
Perhatikan:
- Nama.
- Nomor paspor.
- Masa berlaku.
- Jumlah entry.
- Lama tinggal yang diizinkan.
Jika terdapat sesuatu yang tidak sesuai, segera tanyakan melalui saluran resmi.
Berapa Lama Proses Visa Kunjungan Keluarga Belanda?
Waktu pemrosesan tidak sebaiknya dianggap sebagai angka yang selalu sama untuk semua pemohon.
Lamanya proses dapat dipengaruhi oleh kelengkapan aplikasi, pemeriksaan dokumen, permintaan dokumen tambahan, atau kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, jangan membuat jadwal penerbangan yang terlalu mepet dengan waktu pengajuan.
Jika Anda ingin mengetahui pembahasan khusus mengenai durasi visa dan waktu pemrosesannya, artikel Berapa Lama Visa Kunjungan Keluarga Belanda dapat dibuat sebagai artikel pendukung terpisah.
Tips Agar Pengajuan Lebih Rapi
Ada beberapa hal sederhana yang dapat membantu.
Jangan Membuat Dokumen Mendadak
Mulai dari dokumen yang membutuhkan pihak lain, seperti dokumen dari keluarga di Belanda.
Periksa Semua Nama
Pastikan nama pada paspor, formulir, rekening, surat kerja, dan dokumen keluarga dapat dijelaskan dengan baik.
Jangan Membuat Rekening Terlihat Tidak Wajar
Bukti keuangan sebaiknya menggambarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Jangan Mengarang Tujuan Perjalanan
Jika memang mengunjungi keluarga, jelaskan sebagai kunjungan keluarga.
Jangan Membeli Tiket Mahal Terlalu Awal
Gunakan reservasi perjalanan sesuai ketentuan. Checklist resmi Belanda menyebutkan bahwa tiket yang sudah dibayar tidak diperlukan untuk memenuhi dokumen reservasi perjalanan.
Checklist Cara Urus Visa Kunjungan Keluarga Belanda
Sebelum datang ke pusat aplikasi, gunakan checklist sederhana berikut:
- Sudah memastikan membutuhkan visa.
- Belanda merupakan negara tujuan yang tepat.
- Formulir sudah selesai.
- Paspor memenuhi ketentuan.
- Foto sudah sesuai.
- Dokumen pekerjaan atau usaha tersedia.
- Bukti hubungan keluarga tersedia.
- Dokumen keluarga di Belanda tersedia.
- Bukti akomodasi tersedia.
- Sumber biaya perjalanan sudah jelas.
- Bukti keuangan tersedia.
- Reservasi perjalanan tersedia.
- Itinerary sudah dibuat.
- Asuransi perjalanan tersedia.
- Janji temu sudah dibuat.
FAQ Cara Urus Visa Kunjungan Keluarga Belanda
Apakah visa keluarga Belanda bisa diurus sendiri?
Bisa. Pemohon dapat mengikuti prosedur resmi, mengisi formulir, menyiapkan dokumen, membuat janji temu, dan menyerahkan aplikasi sesuai ketentuan.
Di mana mengajukan visa Belanda dari Indonesia?
Untuk pengajuan visa Belanda di Indonesia, NetherlandsWorldwide menyebutkan pusat aplikasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya.
Apakah harus datang sendiri?
Dalam banyak kasus, pemohon harus hadir secara langsung untuk menyerahkan aplikasi. Ketentuan khusus dapat berlaku berdasarkan kondisi pemohon.
Apakah keluarga di Belanda harus datang ke Indonesia?
Tidak. Pihak keluarga di Belanda dapat menyiapkan dokumen yang menjadi bagian dari aplikasi, seperti dokumen identitas dan dokumen sponsorship atau private accommodation sesuai kondisi.
Apakah bisa mengurus visa tanpa sponsor?
Bisa dalam kondisi tertentu apabila perjalanan dibiayai sendiri dan pemohon mampu menunjukkan bukti keuangan yang sesuai. Checklist Belanda memang membedakan pembiayaan sendiri dan pembiayaan oleh pihak lain.
Kesimpulan
Cara urus visa kunjungan keluarga Belanda sebenarnya dapat dipahami sebagai rangkaian proses yang teratur: tentukan tujuan, pastikan negara pengajuan, cek checklist, siapkan dokumen, tentukan sumber biaya, lengkapi dokumen keluarga di Belanda, buat janji temu, lalu serahkan aplikasi.
Kuncinya bukan sekadar membawa dokumen sebanyak mungkin.
Yang lebih penting adalah memastikan setiap dokumen saling mendukung dan menggambarkan perjalanan yang memang akan dilakukan.
Untuk mengetahui daftar dokumen secara lebih detail, lanjutkan ke artikel Syarat Visa Kunjungan Keluarga Belanda: Dokumen, Sponsor, dan Bukti Hubungan.
