(+62) 87727688883

Biaya Paspor Baru: Rincian Lengkap Semua Jenis

Terakhir diperbarui: September 10, 2026

Biaya Paspor Baru Terbaru dan Jenis Paspor di Indonesia

Biaya Paspor Baru 2026: Ringkasan Cepat

Biaya paspor baru berkisar Rp350.000 untuk paspor biasa non-elektronik 5 tahun, hingga Rp950.000 untuk e-paspor 10 tahun. Layanan percepatan selesai sehari dikenakan tambahan Rp1.000.000. Seluruh tarif ini bersifat resmi berdasarkan PNBP dan dibayar lewat aplikasi M-Paspor.

Saya masih ingat betul waktu rekan kantor saya hampir tertipu calo yang menawarkan “paket cepat” paspor seharga Rp2,5 juta. Dia panik karena tiket pesawatnya sudah dibeli, padahal informasi resmi soal biaya paspor baru sebenarnya jauh lebih murah dan mudah diakses lewat aplikasi resmi. Kejadian itu yang membuat saya akhirnya menulis panduan ini secara lengkap, supaya Anda tidak perlu mengalami kepanikan serupa. Sebelum mengurus dokumen, ada baiknya Anda memahami dulu panduan lengkap membuat paspor baru agar seluruh proses berjalan sesuai alur resmi.

Kabar baiknya, sejak 17 Desember 2024, tarif paspor sudah diatur jelas melalui Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2024. Artinya, tidak ada lagi celah abu-abu soal nominal yang harus dibayar. Namun tetap saja, banyak orang bingung membedakan tarif paspor biasa, e-paspor, dan biaya tambahan lain yang kadang muncul di lapangan. Mari kita bedah satu per satu.

Biaya Paspor Biasa Non-Elektronik

Paspor biasa non-elektronik masih jadi pilihan sebagian besar pemohon karena harganya paling terjangkau. Untuk masa berlaku 5 tahun, Anda cukup membayar Rp350.000. Sementara itu, jika memilih masa berlaku 10 tahun, tarifnya naik menjadi Rp650.000. Selisih harga ini sebanding dengan durasi pemakaian yang dua kali lipat lebih panjang, jadi sebenarnya cukup ekonomis dalam jangka panjang.

Meski begitu, jangan buru-buru memilih hanya berdasarkan harga. Pastikan dulu dokumen Anda lengkap dan sesuai dengan syarat paspor baru terbaru, karena kesalahan kecil pada data kependudukan bisa membuat proses tertunda bahkan harus mengulang dari awal. Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi, seluruh tarif ini merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak yang wajib dibayar melalui kode billing resmi, bukan tunai langsung ke petugas.

Kelebihan dan Kekurangan Paspor Biasa

Dari pengalaman menemani beberapa klien, paspor biasa cocok untuk pemohon yang jarang bepergian ke luar negeri atau baru pertama kali membuat dokumen perjalanan. Kekurangannya, paspor jenis ini belum bisa memanfaatkan jalur autogate di sejumlah bandara internasional. Jadi, pertimbangkan dulu frekuensi perjalanan Anda sebelum memutuskan.

Biaya e-Paspor (Paspor Elektronik Polikarbonat)

Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, e-paspor biasanya jadi pilihan lebih masuk akal meski harganya sedikit lebih mahal. Tarifnya Rp650.000 untuk masa berlaku 5 tahun, dan Rp950.000 untuk masa berlaku 10 tahun. Paspor elektronik polikarbonat ini dilengkapi chip biometrik yang menyimpan data sidik jari serta wajah, sehingga proses pemeriksaan imigrasi jadi lebih cepat.

Pengajuannya sendiri tidak jauh berbeda dengan paspor biasa. Anda tetap perlu mendaftar lewat cara membuat paspor baru lewat M-Paspor, memilih jenis e-paspor saat pengisian formulir, lalu datang sesuai jadwal untuk foto dan wawancara. Satu hal yang perlu diingat: ketersediaan kuota e-paspor tidak selalu merata di semua kantor imigrasi, jadi cek dulu sebelum menjadwalkan kedatangan.

Masa Berlaku 5 dan 10 Tahun: Mana yang Lebih Untung?

Pertanyaan ini paling sering muncul dari klien saya. Jawaban singkatnya: kalau Anda punya rencana bepergian jangka panjang atau ingin menghindari repotnya perpanjangan berulang, masa berlaku 10 tahun jauh lebih efisien secara biaya per tahun. Namun, jika kebutuhan Anda hanya sesekali atau sedang menunggu perubahan data seperti nama, paspor 5 tahun bisa jadi pilihan yang lebih fleksibel.

Sebelum memutuskan, siapkan juga dokumen yang wajib disiapkan sesuai masa berlaku yang dipilih, karena beberapa kantor imigrasi meminta kelengkapan tambahan untuk permohonan 10 tahun, terutama bagi pemohon di bawah usia tertentu.

Biaya Percepatan Paspor Sehari Jadi

Ada kalanya keberangkatan mendesak dan Anda tidak punya waktu menunggu proses normal empat hari kerja. Untuk situasi ini, tersedia jalur percepatan dengan tambahan biaya Rp1.000.000, di luar tarif penerbitan paspor itu sendiri. Artinya, jika Anda mengajukan e-paspor 10 tahun sekaligus percepatan, total yang harus dibayar adalah Rp1.950.000.

Sayangnya, tidak semua kantor imigrasi menyediakan kuota jalur percepatan setiap hari. Sebelum berangkat, cek dulu berapa lama proses pembuatan paspor di kantor tujuan Anda, supaya tidak kecewa karena kuota percepatan sudah habis padahal jadwal keberangkatan sudah mepet.

Metode Pembayaran Biaya Paspor

Pembayaran biaya paspor dilakukan lewat kode billing PNBP setelah Anda mendaftar melalui aplikasi m-paspor. Kode ini bisa dibayarkan lewat ATM, mobile banking, kantor pos, atau merchant resmi yang bekerja sama dengan negara. Tidak ada pembayaran tunai langsung ke petugas imigrasi, jadi waspadai siapa pun yang menawarkan jalur “titip bayar” di luar sistem resmi ini.

Supaya prosesnya lancar sejak awal, ada baiknya Anda membaca dulu tips supaya pengajuan paspor lancar, termasuk waktu terbaik untuk membayar kode billing agar jadwal kedatangan tidak hangus.

Kemungkinan Biaya Tambahan yang Perlu Diwaspadai

Selain tarif resmi di atas, ada beberapa biaya tambahan yang mungkin muncul. Jika paspor Anda hilang, dendanya Rp1.000.000. Sementara jika rusak, dendanya lebih ringan yaitu Rp500.000. Denda ini dibayarkan di luar biaya penerbitan paspor baru, jadi totalnya bisa cukup besar bila terjadi bersamaan dengan permohonan e-paspor 10 tahun.

Ada pengecualian penting: jika kerusakan atau kehilangan terjadi akibat keadaan kahar seperti banjir, gempa bumi, atau kebakaran, dendanya bisa dibebaskan menjadi Rp0, dengan syarat melampirkan surat keterangan resmi dari kelurahan atau instansi berwenang. Selain denda, biaya tambahan lain yang perlu diwaspadai adalah pengajuan berulang akibat berkas ditolak. Pelajari dulu penyebab pengajuan paspor ditolak supaya Anda tidak perlu membayar dua kali karena kesalahan administratif yang sebenarnya bisa dihindari.

Perbandingan Biaya Paspor Biasa, e-Paspor, dan SPLP

Supaya lebih mudah dipahami, berikut tabel perbandingan lengkap seluruh tarif resmi yang berlaku saat ini. Tabel ini juga bisa membantu Anda menghitung estimasi total biaya sebelum datang ke kantor imigrasi.

Jenis LayananMasa BerlakuBiaya (Rp)Estimasi Waktu
Paspor biasa non-elektronik5 tahun350.000±4 hari kerja
Paspor biasa non-elektronik10 tahun650.000±4 hari kerja
e-Paspor (elektronik)5 tahun650.000±4 hari kerja
e-Paspor (elektronik)10 tahun950.000±4 hari kerja
Layanan percepatanTambahan1.000.000Selesai hari sama
Denda paspor hilang—1.000.000Di luar biaya cetak
Denda paspor rusak—500.000Di luar biaya cetak
SPLP untuk WNI—100.000Kondisi khusus
SPLP untuk orang asing—150.000Kondisi khusus

Geser tabel ke samping untuk melihat kolom selengkapnya →

Kalau masih ragu memilih antara paspor biasa dan elektronik, saya sarankan baca dulu perbedaan e-paspor dan paspor biasa secara mendalam. Keputusan ini sebaiknya tidak hanya berdasarkan selisih harga, tapi juga kebutuhan perjalanan Anda ke depan.

Bingung Mengurus Sendiri?

Tim kami siap membantu proses pengajuan paspor baru Anda dari awal sampai selesai, tanpa antre dan tanpa bolak-balik kantor imigrasi.

Jasa Urus Paspor Baru →

Pertanyaan Seputar Biaya Paspor Baru

Berapa biaya paspor baru untuk paspor biasa dan e-paspor?

Paspor biasa non-elektronik dikenakan Rp350.000 untuk 5 tahun dan Rp650.000 untuk 10 tahun. Sementara e-paspor dikenakan Rp650.000 untuk 5 tahun dan Rp950.000 untuk 10 tahun, sesuai tarif PNBP resmi.

Apakah biaya paspor bisa dicicil?

Tidak. Pembayaran biaya paspor harus dilunasi sekaligus melalui kode billing sebelum jadwal foto dan wawancara berlangsung. Belum ada skema cicilan resmi dari pemerintah untuk layanan ini.

Apa saja metode pembayaran biaya paspor yang resmi?

Anda bisa membayar lewat ATM, mobile banking, kantor pos, atau merchant resmi menggunakan kode billing PNBP yang muncul setelah pendaftaran di aplikasi m-paspor. Tidak ada pembayaran tunai langsung ke petugas.

Berapa biaya tambahan jika paspor hilang atau rusak?

Denda paspor hilang sebesar Rp1.000.000 dan paspor rusak sebesar Rp500.000, dibayarkan di luar biaya penerbitan paspor baru. Denda ini bisa dibebaskan jika kejadian disebabkan keadaan kahar seperti bencana alam.

Apakah biaya percepatan paspor berlaku di semua kantor imigrasi?

Tidak selalu. Layanan percepatan dengan tambahan Rp1.000.000 tergantung ketersediaan kuota harian di masing-masing kantor imigrasi, sehingga sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu sebelum datang.

Masih Ada Pertanyaan Soal Biaya Paspor Anda?

Konsultasikan langsung kebutuhan paspor baru Anda dengan tim kami, gratis dan tanpa antre.

Chat WhatsApp Sekarang
DeddyIrawan_webprofile

Author by: Deddy Irawan

Penulis konten dan editor di website Jasa Keimigrasian Resmi | Jangkar Groups yang berfokus pada topik . Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan selalu mengacu pada peraturan serta kebijakan keimigrasian yang berlaku. Terakhir Diperbarui: September 10, 2026

Chat Whatsapp